Pengikut
Arsip Blog
Institut Manajemen Telkom
Senin, 19 Oktober 2009
tipss2 beauty
Untuk mengatasi rambut kusam dan ujungnya pecah :
* Kamu harus rajin creambath, paling tidak seminggu sekali. Untuk menghitamkan rambut misalnya, pilihlan krim yang mengandung kemiri, sementara untuk memperkuat akar-akar rambut, pilihlah krim yang mengandung ginseng.
* Lidah buaya merupakan salah satu rahasia untuk rambut berkilau, caranya setelah keramas usapkan daging lidah buaya ke klit kepala dan biarkan beberapa saat dan biarkan mengering, lidah buaya dipercaya dapan membuat rambut tebal dan berkilau.
* Hindari mengeringkan rambut dengan cara menggosokan rambut ke handuk, karena dapat menyebabkan rambut semakin kusut.
* Jika kamu sedaing buru buru dan harus menggunakan hair dryer usahakan dalam jarak aman hair dryer yaitu 3-4 cm dari rambut.
* Jangan menarik rambut terlalu keras saat menggunakan hair dryer karena dapat menyebabkan rambut mudah patah dan rontok
* Untuk mendapatkan efek lurus dan berkilau pada rambut kusam atau yang sudah pudar warnanya, pakai saja rol rambut, lalu catok rambut selama 10-15 menit. Setelah itu semprotkan hair shine (pengkilap rambut) secara merata.
Review film
Rabu, 20 Oktober 2009
Sutradara : Quentin Tarantino
Pemain : Brad Pitt - LT. Aldo Raine, Mélanie Laurent – Shosanna, Christoph Waltz - COL. Hans Landa, Diane Kruger - Bridget von Hammersmark, Daniel Brühl - Fredrick Zoller
Produksi : Universal Pictures
- Semua bisa kejadian di film. Termasuk ending Perang Dunia II dan kematian Hitler yang jadi beda banget. Yap, kunci film ini adalah kalimat opening-nya, “Once upon the time when German occupied France.” Tahu kan, kata-kata ‘once upon the time’ itu identik banget sama dongeng.
Chapter one dibuka sama era ketika Jerman baru menduduki Perancis. Shosanna, seorang cewek Yahudi, berhasil lolos setelah seluruh keluarganya dibantai Nazi, yang dipimpin Col. Hans Landa. Dari sini cerita beralih ke masa empat tahun kemudian. Saat pasukan Nazi dibuat ketakutan gara-gara ada kelompok Basterd, yang membantai mereka.
Basterd nih, pasukan kecil tentara Amrik keturunan Yahudi, yang dipimpin Lt. Aldo Raine. Mereka berhasil membunuh banyak tentara Nazi dan menguliti kepalanya. Sukses kelompok nyeleneh ini membuat pihak Inggris merekrut mereka di Operasi Kino. Bareng aktris ngetop Jerman, Bridget von Hammersmark, yang aslinya mata-mata sekutu, the Basterds bakal meledakkan bioskop tempat Hitler dan anak buahnya nonton gala premiere.
Di lain pihak, si pemilik bioskop, yang ternyata Shosanna, juga bikin rencana sendiri. Membakar gedung bioskop saat semua petinggi Nazi itu asik nonton.
Missions accomplished? Langsung deh, tonton film kocak tapi rada-rada sadis ini. Makin menarik karena akting para aktornya top banget, terutama Brad Pitt yang jadi pemimpin para Basterds dan Christoph Waltz yang jadi si super nyebelin Hans Landa. (MN/Berbagai Sumber)
Sejarah Ilmu Komunikasi
Perkembangan komunikasi sebagai ilmu selalu dikaitkan dengan aktifitas retorika yang terjadi di zaman Yunani kuno, sehingga menimbulkan pemahaman bagi pemikir-pemikir barat bahwa perkembangan komunikasi pada zaman itu mengalami masa kegelapan (dark ages) karena tidak berkembang di zaman Romawi kuno. Dan baru mulai dicatat perkembangannya pada masa ditemukannya mesin cetak oleh Guttenberg (1457). Sehingga masalah yang muncul adalah, rentang waktu antara perkembangan ilmu komunikasi yang awalnya dikenal retorika pada masa Yunani kuno, sampai pada pencatatan sejarah komunikasi pada masa pemikiran tokoh-tokoh pada abad 19, sangat jauh. Sehingga sejarah perkembangan ilmu komunikasi itu sendiri terputus kira-kira 1400 tahun. Padahal menurut catatan lain, sebenarnya aktifitas retorika yang dilakukan pada zaman Yunani kuno juga dilanjutkan perkembangan aktifitasnya pada zaman pertengahan (masa persebaran agama). Sehingga menimbulkan asumsi bahwa perkembangan komunikasi itu menjadi sebuah ilmu tidak pernah terputus, artinya tidak ada mata rantai sejarah yang hilang pada perkembangan komunikasi. Makalah ini ingin mengangkat zaman persebaran agama yang berlangsung antara rentang waktu tersebut (zaman pertengahan) menjadi bagian dari perkembangan ilmu komunikasi. Sehingga zaman pertengahan menjadi jembatan alur perkembangan komunikasi dari zaman yunani kuno ke zaman renaissance, modern, dan kontemporer.
Pembahasan
Telah disinggung di atas bahwa fenomena komunikasi berkembang dan tercatat kembali pada awal ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg (1457). Padahal, pada abad-abad sebelumnya, aktifitas komunikasi sudah berkembang cukup pesat yang berlangsung di zaman pertengahan (persebaran agama). Mungkin masa ketika diketemukannya mesin cetak itu sendiri terjadi di zaman renaissance, dimana pemikiran-pemikiran ilmuwan telah bebas dari dogma-dogma agama. Sehingga mereka tidak menyinggung masa persebaran agama sebagai bagian dari sejarah perkembangan komunikasi itu sendiri. Rentang waktu antara tahun 500 SM (masa-masa pemikiran retorika di Yunani kuno) sampai pada penemuan mesin cetak (1457 M) merupakan abad-abad dimana terdapat proses perkembangan komunikasi yang dalam hal ini berbentuk ajaran dan keyakinan suatau agama (yang tentu pula tidak dapat dipungkiri bahwa dalam aktifitas persebaran ajaran agama, retorika dan bentuk komunikasi lainnya cenderung berperan besar dalam mengubah keyakinan seseorang). Sehingga tidak menyalahi aturan kalau makalah ini mencoba mengangkat masa penyebaran agama dan ajaran-ajaran bijak yang berlangsung antara rentang waktu tersebut dijadikan sebagai bagian dari mata rantai sejarah yang hilang dari perkembangan ilmu komunikasi itu.
Pada awalnya perkembangan komunikasi yang terjadi di zaman Romawi (sebagai perkembangan dari Yunani kuno sekitar tahun 500 SM-5 M) mengalami kendala, karena pada masa itu Romawi mengalami masa kegelapan (dark ages). Padahal, masa kegelapan yang terjadi di Eropah ini merupakan sisi lain dari masa keemasan peradaban Islam, dimana pada masa ini perkembangan ilmu pengetahuan (termasuk aktifitas komunikasi) cukup signifikan. Selain itu, perkembangan komunikasi juga sangat maju pesat di Cina yang telah dimulai pada tahun 550 SM. Memang, aktifitas komunkasi dalam bentuk retorika yang berlangsung di Cina dan Islam ini lebih menekankan pada penyebaran ajaran dan keyakinan. Berbeda di Yunani dan Romawi yang lebih bersifat politis. Salah satu ajaran yang berkembang yaitu ajaran konfusiunisme di Cina. Kong hu Cu (bagian dari konfusianisme) lahir pada sekitar 550 SM yang ajarannya telah berusia 2000 tahun. Konfusius mulai mengajarkan filsafat hidupnya ketika Cina masih terpecah-pecah. Dalam penyebarannya, komunikasi yang dilakukan sudah sangat maju setelah ditemukannya kertas oleh Ts’ai Lun (105 M). Namun, ketika dinasti Qin (215 SM-206 SM), kaisar Qin Shi Hung melarang ajaran Konfusianisme, sehingga banyak buku-buku yang dibakar. Namun, ketika masa dinasti Han (206 SM-220 M), konfusianisme mulai mencapai masa emasnya kembali. Misalnya dengan didirikannya semacam Imperial University yang meninggalkan kitab-kitab ajaran konfusianisme seperti kitab Shi Ching (kumpulan lagu-lagu), Shu Ching (dokumen-dokumen), I Ching (buku ahli ramalan), Ch’un Ch’iu (peristiwa penting), dan Li Chi (upacara-upacara). Konfusianisme ini berlangsung cukup lama sampai pada masa jatuhnya dinasti Ching (1644-1911). Hal ini mengidentifikasikan bahwa adanya proses perkembangan komunikasi yang lebih condong pada penyebaran ajaran-ajaran konfusianisme di Cina.
Aktifitas komuniksi dalam bentuk propaganda juga telah ada di zaman Isa Almasih. Isa yang pada waktu itu ingin mengajarkan ajaran Allah, mendapat tantangan dari kaum Yahudi. Isa dianggap bahaya oleh kaum Yahudi, sehingga orang-orang Yahudi berusaha memancing kemarahan pihak penguasa Romawi yang ketika itu menguasai Palestina. Akhirnya usaha ini berhasil mempengaruhi sikap politik penguasa Romawi yang pada awalnya tidak ikut campur dalam keagamaan, kini berubah haluan memerintahkan tentaranya untuk menangkap Isa dan menghukum Isa Al Masih. Namun, catatan sejarah menunjukkan bahwa sebenarnya Isa tidak mati terkutuk di tiang salib, ia berhasil diselamatkan oleh Pilatus yang telah bekerjasama dengan yusuf Aritmatea (Injil Yahya, 19:38). Setelah memperlihatkan bukti-bukti kepada muridnya bahwa beliau tidak mati di kayu salib (Injil Markus, 16:19-20), maka Al Masih memutuskan atas perintah Allah untuk meninggalkan Palestina dan menjelajahi berbagai negeri dimana berdiam suku-suku Israil yang hilang untuk melanjutkan menyampaikan risalahNya (berdakwah) (kitab Ester 3:6, 1:1, 2:6, dan II Raja-raja 15:29). Negeri terakhir dimana tempat peristirahatan beliau adalah Srinagar, India. Komunikasi dalam bentuk ajaran dakwah yang dilakukan di zaman Isa ini terbukti dengan adanya penjelasan Dalai Lama (pendeta Budhah Tibet) bahwa Isa adalah salah satu orang suci yang dihormati dalam ajaran Budhah. Hal ini berkaitan erat dengan kepercayaan Budhah yang mengatakan bahwa Baghawa Metteya (pengembara kulit putih; Isa Al Masih) pernah datang mengajarkan ajarannya di India. Juga dengan diketemukannya scroll (gulungan yang jumlahnya 84.000 gulungan) yang isinya menceritakan aktifitas penyebaran ajaran Isa di India. Bukti lain juga dengan ditemukannya kuburan Yus Asaf di Srinagar, Kashmir oleh tim Jerman Barat yang merupakan kuburan nabi Isa yang meninggal pada usia 120 tahun. (Thre Tribune, Chandigarh, 11 Mei 1984).
Komunikasi di dunia Islam pun sebenarnya telah mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Sama seperti fenomena komunnikasi yang terjadi di zaman Isa Al Masih, komunikasi Islam pun lebih berorientasi pada sistem dakwah yang berusaha mengubah atau mempengaruhi alam pikiran seseorang untuk mengikuti syariat Islam. Peradaban umat Islam dalam kaitannya dengan perkembangan komunikasi telah mencatatkan sejarah yang cukup menakjubkan. Pada masa bani Umayah misalnya, telah ditemukannya suatu cara pengamatan astronomi pada abad 7 M, 8 abad sebelum Galileo Galilei dan Copernicus. Perhubungan antara Timur dan Barat selama perang Salib (1100-1300 M ) sangat penting untuk perkembangan komunikasi ilmu pengetahuan di Eropah. Karena pada waktu ekspansi, Arab telah mengambil alih kebudayaan Byzantium, Persia, dan Spanyol, sehingga tingkat kebudayaan Islam jauh lebih tinggi dari pada kebudayaan Eropah (Brower, 1982;41). Universitas Bagdad, Damsyik, Beirut, dan Kairo menyimpan dan memberikan warisan ilmiah dari India, Persia, Yunani, dan Byzantium, sehingga Eropah menerima warisan filsafat Yunani melalui orang Arab yang terlebih dahulu mempelajarinya. Karena bangsa Arab telah menterjemahkan karya-karya fisuf termasyur seperti Plato, Hipokrates dan Aristoteles. Sekitar abad ke-14 pada zaman dinasti Yuan (1260-1368), pengaruh Islam ditandai dengan peneliti di bidang astronomi pertama yang mendirikan observatorium, yaitu Jamal Al-Din.
Perkembangan komunikasi dalam Islam yang lebih bersifat dakwah tadi tidak lepas dari kaitannya sebagai bagian dari bentuk komunikasi, karena dalam bahasa arab, dakwah berarti seruan, panggilan, atau ajakan. Menurut Salahuddin Sanusi, yang didefinisikan oleh Al Ustadz Bahiyul Khuli dalam bukunya yang berjudul Tadzkiratud Du’at, dakwah ialah suatu komunikasi yang ditimbulkan dari interaksi antar individu maupun kelompok manusia yang bertujuan memindahkan umat dari suatu situasi yang negatif (zaman jahiliyah) ke situasi yang positif. Pada zaman nabi Muhammad SAW (570 M-632 M), penyebaran Islam berlangsung dalam waktu yang relatif singkat (8-9 M). Muhammad melakukan dakwahnya ke Mekah pada tahun 610 M. Dalam tempo 25 tahun, Muhammad beserta pengikutnya (yang disebut sebagai Muslim), mengambil alih kekuasaan di kawasan Arab, dan Islam kemudian berkembang dengan sangat pesatnya. Pada sekitar tahun 650 M, Arab, seluruh daerah timur tengah, serta Mesir dikendalikan oleh orang-orang Islam, dan pada tahun 700 M, Islam mendominasi area besar mulai dari daratan China dan India di timur sampai Afrika Utara dan Spanyol di barat. Cepatnya perkembangan Islam bisa jadi merupakan dampak dari penggunaan dakwah-dakwah yang berisi tentang ajaran-ajaran Islam, seperti; dakwah yang berisi tentang jihad fisabilillah, yaitu jaminan untuk masuk surga bagi mereka yang mati dalam usahanya untuk memperjuangkan Islam. Artinya terdapat bentuk komunikasi yang efektif sehingga dapat mempengaruhi keyakinan jutaan umat dalam waktu yang sangat singkat.
komunikasi di awali dengan adanya perintah dari Allah kepada Nabi Muhammad untuk memberikan peringatan (dalam hal ini berdakwah) kepada umnat manusia untuk percaya kepada Allah. Awalnya komunikasi itu dilakukan secara diam-diam lalu dilanjutkan secara terbuka seiring dari wahyu berikutnya yang memerintahkan Nabi untuk berdakwah secara terang-terangan (Q.S Al-Hijr;94-95).
Dalam media tulisan, sebenarnya telah dirintis oleh Rasulullah, yaitu ketika beliau mengirimkan surat yang isinya ajakan untuk memeluk Islam kepada para raja di Eropah. Sebagai contoh, nabi pernah mengirimkan surat dakwah kepada raja Hiraqla (raja di Roma Timur) yang bernama Hirakles, raja Habsyi yang bernama Najsyi, dan lain-lain. Dalam setiap suratnya, selalu dibubuhi stempel yang terbuat dari perak yang berukirkan tulisan “Muhammadurrasulullah”. Dengan contoh ini, maka Rasulullah telah merintis sistem jurnalistik dalam melakukan komunikasi Islam sebagai bentuk dakwah. Dalam perkembangannya, komunikasi telah sedemikian maju, contoh lain dalam hal diskusi yang merupakan bagian dari bentuk komunikasi kelompok. Dalam berdakwah, Rasulullah selalu melakukan komunikasi sebagai dakwah dengan metode yang tepat dan apabila dicermati akan sangat relevan dengan metode diskusi saat ini. Dalam dakwahnya, diskusi yang dilakukan pasti didasari hal-hal berikut: alasannya kuat (hujjah), tutr kata yang arif dan bijak (uslub), dan adab sopan santun yang baik. Kembali hubungannya de ngan pers sebagai bagian dari komunikasi, Islam telah merintis perkembangan komunikasi itu sendiri, sekali lagi dalam bentuk dakwah. Misalnya turun temurunnya hadits-hadits nabi dan sunnah Rasul. Sejarah telah mengungkapkan kepada kita bahwa perkembangan dan kecemerlangan ajaran Islam telah menerobos cakrawala abad dan zaman sera melewati negara-negara dan benua. Ini berkat para jurnalis-jurnalis Islam seperti Syafi’i ’(yang mazhabnya mayoritas diadaptasi umat muslim Indonesia), Malik Ahmad Hambali, Hanafi, Abu Dawud, dan sebagainya yang tulisannya dalam bidang hukum fiqih. Bidang filsafat seperti Al Kindi, Al Farabi, Ibnu Sina, Imam Ghazali, Jamaludin Al afgani, Muhammad Abduh, Muhammad Rasyid Ridla, dan lain-lain. Bidang kedokteran, Ibnu Sina telah menulis buku yang berisi aturan-aturan dalam ilmu kedokteran yang banyak diadaptasi oleh ilmuwan-ilmuwan dalam bidang kedokteran dewasa ini. Dari uraian ini, dapat dikatakan bahwa sebenarnya peradaban Islam (dalam kaitannya sebagai jembatan penghubung sejarah komunikasi) telah melanjutkan atau mewariskan komunikasi dari ajaran-ajaran Yunani yang telah disinggung di atas, untuk kemudian baru diadaptasi oleh bangsa Eropa dan seterusnya Amerika (sebagai dampak dari intellectual migration dari daratan Eropah ke utara benua Amerika pada masa Hitler).
Melihat uraian sejarah perkembangan komunikasi di zaman pertengahan di atas, timbullah satu pertanyaan, mengapa aktifitas retorika dalam kaitannya dakwah yang terjadi di zaman pertengahan tidak dijadikan bagian dari mata rantai sejarah perkembangn komunikasi oleh para pemikir-pemikir barat? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita lihat fase-fase perkembangn ilmu itu sendiri dari zaman ke zaman. Ilmu berkembang, pertama kali pada masa Yunani kuno. Lalu dilanjutkan pada zaman pertengahan (yang sebenarnya adalah masa-masa persebaran agama). Telah disinggung di atas, contoh persebaran agama yang diambil adalah Islam yang memang berlangsung pada zaman pertengahan. Lalu ilmu berkembang lagi pada zaman renaissance (14-17 M), dimana kebanyakan pemikiran tokoh-tokoh pada abad ini sudah bebas dan tidak terikat lagi oleh dogma-dogma agama. Sebut saja seperti Isaac Newton dan Darwin. Zaman ini merupakan zaman peralihan dari zaman pertengahan menuju zaman modern. Ketika di zaman modern, ilmu-ilmu yang berkembang itu lebih didasari oleh pemikiran-pemikiran yang ilmiah dan empiris. Seperti Darwin yang sangat fanatik dengan teori evolusinya. Inilah yang mungkin menyebabkan banyak teori-teori komunikasi yang tidak pernah mencantumkan nama-nama besar dari cendikiawan-cendikiawan Islam (seperti Al Kindi, Al Farabi, dll) sebagai tokoh yang berjasa dalam mengembangkan komunikasi itu sendiri pada zaman pertengahan. Mungkin ini ada kaitannya dengan masa kegelapan (dark ages) yang terjadi di Eropah yang kala itu merupakan zaman keemasan peradaban Islam. Contoh peristiwa penting yaitu perang Salib yang terulang sebanyak enam kali. Hal ini tidak hanya menjadi ajang peperangan fisik, tetapi juga menyadarkan serdadu-serdadu eropah akan kemajuan negara-negara Islam yang sedemikian pesatnya. Sehingga mereka menyebarkan pengalaman-pengalaman mereka itu sekembalinya di negara masing-masing. Pada tahun1453 M, Istambul jatuh ke Turki, sehingga para pendeta atau sarjana mengungsi ke Itali atau negara-negara lain. Mereka inilah yang menjadi pionir-pionir perkembangan ilmu di Eropah. Padahal sebenarnya mereka ini mendapatkan pengetahuannya dari peradaban Islam yang telah maju lebih dulu. Mengenai perkembangan komunikasi yang lebih cenderung diklaim sebagai bagian dari perkembangan ilmu pengetahuan di Amerika dan Eropah, sebenarnya kembali pada pola pemikiran dari manfaat ilmu pengetahuan yang ditemukan. Pada dasarnya, orang Amerika dan Eropah cenderung untuk mematenkan suatu ciptaan, sedangkan pemikir-pemikir di Asia dan peradaban Timur tengah lebih cenderung kepada manfaat dari hasil temuannya itu. Padahal jelas, sejarah menceritakan secara gamblang bahwa peradaban yang sangat maju telah berlangsung lebih dulu di Cina dan Timur Tengah.
Penjelasan sejarah di atas sudah cukup membuktikan bahwa sebenarnya sejarah perkembangan komunikasi sebenarnya tidak pernah terputus. Karena pada dasarnya hubungan antara komunikasi sebagai bagian dari perkembangan peradaban manusia begitu erat. Hal ini dikarenakan aktifitas retorika sudah ada di zaman pertengahan, tetapi memang belum berbentuk ilmu. Fenomena yang lebih banyak bersifat dakwah (persebaran agama) ini baru berupa gejala-gejala sosial, dan pada masa itu belum ada suatu ilmu yang mengkhususkan fokus dan lokus kajiannya tentang komunikasi. Tetapi setidaknya hal di atas cukup memberikan argumen bahwa komunikasi merupakan fenomena yang sudah sangat lama terjadi dan baru dikaji secara utuh sebagai suatu ilmu pada abad ke-19 di daratan Amerika.
Kenapa saya menjelaskan tentang ilmu komunikasi?
Perkenalkan saya PATRICIA DEWINA.,saya adalh salah satu mahassiswa IM telkom jurusan Ilmu Komunikasi.
PeNjelasan di atas saya menunjukkan betapa panjangnya sejarah ilmu komunikasi dan betapa rumitnya belajar komunikasi.
Ada teman saya menanyakan kenapa mau masuk jur Ilmu Komunikasi padahal dari kecil kita sudah berkomunikasi dan kenapa harus di pelajari?Pertama saya bimgung menjawabnya.Setelah saya masuk IM telkom saya mempelajari banyak hal dari dosen saya.Ternyata ilmu komunikasi itu hal yang sangat rumit.Misalnya kadang kita mengungkapkan hal yang berbeda dengan hal yang ada di pikiran kita.Di situlah di perlukan komunikasi tersebut.Kadang jugaapabila kita salah berkomunikasi dapat menyebabkan konflik.Oleh sebab itu saya mempelajari bagaimna cara2 komunikasi yang baik di program studi ilmu komunikasi.
jadi tidak salah pilih saya untuk mengambil jurusan ilmu komunikasi.
Mudah mudahan di masa deepan saya sukses atas pilihan saya.aminn
Jumat, 16 Oktober 2009
IM TELKOM
IM TELKOM
AKU BANGGA MENJADI MAHASISWA DI IM TELKOM...!!
Sejarah IM TELKOM
Institut Manajemen Telkom (IM Telkom) pada awalnya bernama Master of Business Administration (MBA) Bandung, sebagai penyelenggara program S2 (MBA) pertama di Jawa Barat, bekerjasama dengan Asian Institute of Management (AIM) Manila, Philipina. Tanggal 10 Mei 1993 MBA Bandung berubah menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bandung (STMB) dan memperoleh akreditas "Unggul" dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Tahun 1997 STMB membuka program studi S1 Manajemen Bisnis dan Teknologi Informatika yang tahun 2002 mendapat akreditasi "A" dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT). STMB adalah institusi pendidikan tinggi pertama di Indonesia yang membuka program Strata 1 (S1) Manajemen Bisnis dan Telekomunikasi Informatika. Desember 2005 STMB berubah nama menjadi Sekolah Tinggi Manajemen Bisnis Telkom (STMB Telkom) dan sebagai langkah kongkrit menuju World Class University, STMB Telkom telah melakukan transformasi menjadi Institut Manajemen Telk0m (IM Telkom) pada tanggal 28 Maret 2008. IM Telkom diproyeksikan untuk menyiapkan tenaga-tenaga ahli di bidang manajemen bisnis sesuai program studi yang ditawarkankan yang berbasis ICT, Infokomdan enterpreneurship yang terampil dan berwawasan luas sebagai jawaban terhadap tuntutan persaingan bisnis pada industri Infokom yang dewasa ini semakin ketat.Dan pada tahun itu juga di dirikanS1 Akuntansi,S1 Ilmu Komunikasi,S1 Administrasi Niaga,S1 Desain Komunikasi Visual
D3 Manajemen Pemasaran.Yang memiliki visi dan misi yaitu:
vISI
Menjadi lembaga pendidikan tinggi bidang Manajemen berbasis teknologi informasi dan komunikasi yang unggul dan menjadi pilihan di tingkat regional.
MISI
1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang unggul dan menghasilkan lulusan yang mandiri sesuai kebutuhan industri dalam bidang manajemen.
2. Menyelenggarakan penelitian unggulan dan relevan bagi kebutuhan industri.
3. Menyelenggaraka pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup.
SISTEM NILAI
Integrity, enterpreneurship, best for excellent.
TUJUAN
1. Menjadi lembaga yang unggul dengan mewujudkan kontribusi nyata di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
2. Memberikan kontribusi bagi kemajuan ilmu manajemen.
3. Memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jasa.
Yuups...!!
itulah yang dapat saya ungkapkan mengenai im telkom.
Perkenalkan saya Patricia Dewina salah satu mahasisiwi di im telkom angakatan 2009 jurusan Ilmu komunikasi.Dan saya adalah angkatan ke 2 di jurusan saya .Meski tergolong baru,saya tetap bangga karena IMT sudah mulai di kenal.Orang-orang yang sudah lulus dari IMT yaitu sari jurusan MBTI sudah terbukti sukses di pasaran.Itulah yang membuat saya yakin kalau di masa depan saya bisa seperti mereka.IM telkom mempunyai fasilitas":
1. Kampus milik sendiri.
2. Ruang kelas yang nyaman.
3. Ruang serba guna.
4. Perpustakaan lengkap.
5. Laboratorium komputer.
6. Perlengkapan presentasi multimedia.
7. Cafetaria.
8. Tempat ibadah.
9.Ruang studio gambar
Dan punya keunggulan yaitu:
Menerapkan sistem mutu Malcolm Baldrige for Performance Excellence mulai tahun 2003.
Komposisi pengajar terdiri dari para profesional dan praktisi.
90% pengajar adalah S2 dan S3.
Kurikulum program studi dievaluasi secara berkala dan diperbaharui mengikuti perkembangan industri infokom yang mutakhir.
SISTEM PEMBELAJARAN yang digunakan adalah:Kurikulum yang disesuaikan dengan tuntutan kebutuhan bisnis dunia infokom.Magang di berbagai perusahaan.Program kemitraan (Co-op).
Jadi IM Telkom ga kalah bersaing dengan universitas2 lain yang sudah ternama.
BoyS Before Flowers
Boys Before Flowers
17-10-2009
Boys Before Flowers adalah salah satu drama Asia yang lagi "IN" sekarang. BOYS BEFORE FLOWERS ini hampir sama critanya dengan HDY,dan MG.Bedanya kalo BBF ini Koo Hye Sun , pemeran BBF ternyata masih muda dan ganteng-ganteng lho … mariii kita lihat profile mereka.
nama : Lee Min Ho
Profesi : Aktor
Tanggal Lahir : 22 Juni 1987
berperan sebagai : Goo Joon Pyo
Nama : Kim Hyun Joong
Profesi : Aktor, Penyanyi
Tanggal Lahir : 6 Juni 1986
Berperan sebagai : Yun Ji Ho

Kim Bum
Nama : Kim Sang Bum
Profesi : Aktor
Tanggal Lahir : 7 Juli 1989
Berperan sebagai : So Yi Jung

Kim Joon
Nama : Kim Hyung Joon
Profesi : Aktor dan penyanyi
Tanggal Lahir : 3 Februari 1984
berperan sebagai : Song Wo Bin
Nama : Koo Hye Sun
Profesi : Aktris dan penyanyi
Tanggal lahir : 9 November 1984
berperan sebagai : Geum Jan Di
Mmm...danteng2 dan cantik bkan??!wajar donk kaloo smua cewek2 di dunia pada tergila2 dgn ke empat cowok yang ganteng tersebut.hhhee...termasuk aku.




